Sabtu, 31 Maret 2012


Sahabatku dan Bayangannya
Ku tarik jam weker bentuk doraemon di meja sebelah tempat tidurku ,jam 04.30 WIB.Bergegas aku menjalankan kebiasaan sehari hariku ,menuju kamar mandi,berwudhlu dan melaksanakan shalat subuh .45 menit setelah shalat subuh , aku sudah siap untuk pergi ke sekolah.Ku raih tas warna biruku dan aku mulai menuruni tangga menuju meja makan.Terlihat sepi disana,hanya ada bik Tuti dengan sepiring roti bakar dan segelas susu.Dia menoleh kedapaku dan melempar seulas senyum.
“Mama sama papa udah berangkat bik ?”tanyaku sambil membalas senyuman bik Tuti.
“Udah mbak,ini dimakan roti bakar kesukaan mbak puri.”kata bik Tuti.
“Iya bik , makasih.Aku makan rotinya dimobil aja.Tolong nanti kalau mama sama papa pulang bilangin kalau aku pulangnya agak telat . Sepulang sekolah nanti aku langsung kerumah Icha bareng sama Ivo, mau maen sambil ngerjain tugas.”ujarku sambil berjalan ke mobil.
“Iya mbak,nanti disampein ke bapak sama ibuk.Hati-hati dijalan mbak.”Jawab bik Tuti sambil melambaikan tangan padaku saat mobil yang kutumpangi mulai melewati pagar depan rumahku.
Seperti yang aku bilang ke bik Tuti tadi pagi,sepulang sekolah aku,Icha dan Ivo langsung menuju rumah icha.Sesampainya dirumah Icha , aku dan Ivo langsung mencari bahan untuk mengerjakan tugas kelompok kami . 2 jam kemudian tugas kami pun selesai,tentu saja dengan kekompakan kami bertiga yang membuat tugas ini cepat selesai.Kami bertiga memang kompak sekali sejak kecil,seperti trio macan saja .Ku lihat jam ditangan kiriku, menunjukkan jam 18.30 WIB. Aku dan Ivo pun berpamitan pulang , karna tak ada lagi yang bisa kami kerjakan di rumah Icha.20 menit kemudian kupencet tombol dengan gambar bell dipintu rumahku.Bik Tuti membukakan pintu untukku.
“Mama sama papa mana bik ?”tanyaku sambil menaiki tangga menuju kamarku.
“ibu sama bapak ada diruang tv mbak.”jawab bik Tuti sambil berjalan menuju dapur.
“ooh.”jawabku singkat sambil langsung ngeloyor menuju kamarku.
Tanpa bersih-bersih badan dulu, kubanting tubuhku di kasur empuk tersampul bedcover warna biru muda dengan motif bunga-bunga.Capek sekali rasanya.Emang ini nih resiko jadi murid SMP kelas 3 yang bersiap menghadapi UAN.Harus bangun pagi untuk bersiap mengikuti bimbel,sorenya masih harus ikut les sana sini,belum juga banyak tugas yang seabrek.Harus ku  nikmati waktu – waktu istirahatku yang sedikit ini.Aku mulai terbuai dengan kenikmatan kasurku yang empuk dan tiba – tiba , dreett..dreett..ada yang bergetar di saku bajuku, kurogoh handphone di sakuku dan ku buka messagenya. “Ini puri ?” begitulah isi messagenya . Ini message dari nomor yang tak dikenal.Kutanggapi orang yang mengirim message itu.Ternyata namanya Anggara Prasetya,duduk dibangku kelas 3 dan bersekolah di SMA TRIAGUNG,Palembang.Dia mengaku mendapat nomor handphone ku dari Ayu,teman sekelasku.
Ara,itulah panggilan akrab yang aku tujukan kepada Anggara Prasetya.Sejak dia mengirim message malam itu,aku menjadi sangat akrab dengannya.Berminggu-minggu aku tetap berhubungan dengan Ara.Aku mulai merasa nyaman dengannya . Akhirnya kuputuskan menjalani LDR (Long Distance Relationship) atau hubungan jarak jauh dengan Ara .Dari sudut pandanganku,Ara adalah lelaki yang baik.Dia mampu menjadi sahabat bagiku .Keesokan harinya, saat disekolah aku menceritakan tentang Ara kepada Ivo dan Icha.Ivo mengucapkan selamat ,tetapi Icha memberikan tanggapan yang kurang enak.
“Puri , kamu kan belum pernah bertemu dengan Ara.Terlalu cepat kamu mengambil keputusan untuk pacaran sama dia walaupun cuma hubungan jarak jauh! Seharusnya kamu cerita dulu kepada aku dan Ivo,aku dan Ivo ini sahabatmu.Sudah sewajarnya kamu bercerita kepada kami dan tidak mengambil keputusan sendiri!”bentak Icha kepadaku lalu ngeloyor pergi meninggalkanku.
Kenapa Icha begitu marah padaku,ini hidupku dan ini keputusanku.Aku sudah dewasa,aku bisa menentukan mana yang baik dan yang buruk.Tanda tanya besar diotakku. Tapi menurut Ivo, Icha bersikap seperti ini karena Icha syirik kepadaku.Sekaligus karena Icha memang orangnya egois.Memang sampai kelas 3 SMP ini Icha belum pernah satu kali pun berpacaran.Setelah aku cerna omongan Ivo,mungkin ini benar.Icha syirik padaku dan terlalu egois.Aku menceritakan ekspresi Icha tadi kepada Ara.Tanggapan Ara sama seperti Ivo.Mungkin Icha perlu waktu untuk memikirkan keputusanku ini.Aku tidak mau ambil pusing dengan masalah ini,aku harus fokus untuk mengikuti tes masuk di salah satu SMA favorit dikotaku.
Beberapa hari aku mempersiapkan diri,dan hari ini aku mengikuti tes itu.Ditempat tes aku sekelas dengan Ivo,dan Icha beda kelas dengan aku.Syukurlah,batinku. Soal tes cukup membuatku pusing tujuh keliling.Dalam satu hari tes ini pun selesai,sekarang aku hanya menunggu pengumuman.3 hari kemudian,tepatnya hari ini adalah puncaknya.Hari ini pengumuman siswa-siswa yang behasil lolos.Dengan tergesa-gesa aku menuju mading dimana pengummumannya ditempelkan.Kucari namaku dan yes! Namaku terpampang dikertas pengumuman itu.Aku lanjutkan pencarianku,kucari nama Icha Tania dan Ivo Amalia.Yeah,ini dia nama Icha.Icha mendapat peringkat agak akhir.Aku melanjutkan mencari nama Ivo.Tidak ada nama Ivo,ku ulangi lagi dan tetap tidak ada.Untuk yang ketiga kalinya,aku mencari nama Ivo Amalia dan masih tetap tidak ada.Ini artinya Ivo tak seberuntung aku dan Icha.Setelah melihat pengumuman itu,aku memberi kabar kepada mama.
Pagi ini kulewati koridor-koridor kelas yang sudah ramai.Ada beberapa pasang mata yang melihat aneh kepadaku.Ada apa ini ? aku tak tahu.Aku pun bergegas menuju kelas.Saat aku memasuki kelas,keadaannya malah lebih parah.Mereka berbisik-bisik. Ivo menghampiriku dan mengajakku keluar kelas,Ivo mengajakku dibelakang sekolah yang sepi.
“Ada apa dengan mereka ?”tanyaku pada Ivo.Ivo tak menjawab,Ivo hanya menyodorkan handphone kepadaku dan memberi kode supaya aku membaca yang ada dilayar handphone itu.Ternyata kini aku melihat profil akun facebook Icha,dan terdapat salah satu status Icha yang sangat mengejutkan.Beginilah status itu :


Eh,kalian tau ga sih ? Puri itu masuk SMA favorit dengan cara curang lagi.Maklum lah,Puri kan anak pengusaha gitu.So,ga sulit bagi Puri untuk mengatur itu semua.Aku sahabatnya dan aku tau betul tentang ini semua.Untuk yg baca status ini, percaya deh J

Aku sangat terkejut membaca apa yang dituliskan Icha di aku facebooknya.Tega-teganya Icha menfitnah aku seperti itu.Apalagi tulisan itu bisa dibaca oleh semua orang.Kini aku tau mengapa anak-anak yang lain melihatku sampai segitunya tadi.Karena aku tau kalau Icha belum datang,aku berniat untuk mencegatnya di gerbang sekolah.Segeralah aku menuju gerbang.Tak lama aku menunggu,Icha turun dari angkutan umum.Langsung aku tarik tangannya dan kubawa dia ke belakang sekolah.
“Ada apa ri ?”Tanya Icha dengan wajah bingung.
“Lihat ini!”bentakku sambil menyodorkan handphone pada Icha.
“Ya ampun ri,siapa yang menulis ini ?  sumpah demi Allah bukan aku yang menulis ini semua.Udah 3 hari ini aku tidak membuka akun facebookku.”tukas Icha dengan wajah memelas.
Aku tak percaya dengan omongan Icha,aku tinggal dia dan langsung menuju kelas. Sesampainya dikelas aku langsung mengklarifikasi tentang diterimanya aku di SMA favorit itu.Ada sebagian anak yang percaya tapi ada juga yang masih berbisik – bisik dan melirik aku dengan pandangan menyelidik.Aku tak peduli mereka percaya atau tidak.Aku jujur dan aku sudah mengatakan hal yang memang benar.Aku jalani hari itu dengan perasaan yang tak karuan,inginku segera pulang dan melepaskan semua penat ini.Tak lama kemudian , teettt..teett...Mendengar bunyi surga itu,aku langsung bergegas menuju mobil.Sesampainya dimobil,ku ambil handphoneku yang memang tertinggal dimobil.Ada 9 message dan 6 miscall,itu semua dari Icha.Secara garis besar,isi message Icha adalah meminta maaf dan ngotot kalau dia tak tau apa-apa.ahh..bullshit dengan apa yang dibilang Icha,aku sudah tidak percaya lagi padanya. Sesampainya dirumah,aku mencari nama Ara di kontak handphoneku dan aku pencet tombol call.Aku berniat ingin curhat kepada Ara,tetapi terdengar suara cewek diseberang sana .
“Halo,maaf ini siapa ya ?”sapaku.
“Aku Merry,kakaknya Ivo.Pasti ini temennya Ivo ya ? Ivo lagi mandi tuh.Kalau ada perlu sama Ivo tolong nanti telfon lagi ya.”jawab cewek yang mengaku namanya Merry itu.
“Aku Puri .Ini kak Merry ? bukannya ini nomornya Ara ya kak ?”tanyaku dengan nada bingung.
“Ooh ini Puri,siapa Ara itu ri ? ini nomornya Ivo kok.Masak sama nomornya sahabatnya sendiri salah sambung gitu.”tukas kak Merry sambal terkekeh.
Tanpa aku jawab,langsung kumatikan telfon itu.Aku masih tidak mengerti dengan semua ini.Akhirnya aku langsung meluncur kerumah Ivo untuk menanyakan kejelasannya.15 menit kemudian,sampailah aku didepan rumah Ivo.Ku lihat Ivo sedang duduk-duduk didepan rumahnya,tanpa basa-basi aku menarik Ivo masuk kedalam mobilku.Langsung aku minta penjelasan kepada Ivo.Dengan wajah memelas,Ivo meminta maaf padaku.Ivo mengaku kalau selama ini Ara adalah Ivo.Ivo sahabatku adalah bayangan dari Ara.Dia menjelaskan bahwa awalnya dia cuma ingin main-main,tetapi main-main Ivo berlanjut pada menfitnah aku dengan memanfaatkan akun facebook Icha.Ivo ingin mengadu domba aku dengan Icha.Ivo melakukan perbuatan sejahat itu karena dia iri kepada kau dan Icha,dia sakit hati tidak lolos tes di SMA favorit yang sudah menjadi cita-citanya sejak dulu.Aku memahami perbuatan Ivo itu.Aku meyakinkan Ivo kalau Tuhan pasti mempunyai rencana lain dibalik tidak lolosnya Ivo dan kini Ivo percaya akan semua itu.Aku sangat merasa bersalah sekali kepada Icha karna sudah menuduhnya dan tidak percaya padanya.Aku dan Ivo pun langsung menuju kerumah Icha untuk meminta maaf. Sesampainya dirumah Icha, Icha menyambutku dan Ivo dengan senyuman.Langsung kupeluk erat tubuh Icha.Ivo yang ada disampingku segera menjelaskan semuanya kepada Icha.Sama sepertiku,Icha juga memahami semua perbuatan Ivo.
Aku,Icha dan Ivo akhirnya bersahabat lagi seperti dulu.Tak ada iri dan dengki lagi diantara kami bertiga.Semua kejadian ini akan aku jadikan sebagai pembelajaran.Kini aku mengambil hikmahnya,aku tidak boleh mudah percaya kepada orang yang benar-benar belum aku kenal.Karena itu dapat menjerumuskan diriku sendiri dalam suatu maslah.

Selasa, 21 Februari 2012



Bunda. . .
Halus tatapanmu selembut surya
Ketika kau menatapku dengan begitu lembutnya
Aroma nadiku bergetr, bibirku seakan diam membisu

Bunda . . .
Nafasmu kian parau menyongsongku
Kulit halusmu pun mulai berkerut
Rambutmu Nampak mulai memutih
Pertanda pertarunganmu dengan waktu

Bunda . . .
Semua Nampak rabun dimatamu
Namun tidak dengan parasmu
Aku baru menyadari ketika matamu menatapku
Pelan dan sayup kurasakan

Terima kasih bunda
Atas semua jasa – jasamu
Kini aku tau maksudmu
Kan kulakukan yang terbaik
Sampai aku sehebat dirimu
Oh bundaku . . .


Senin, 20 Februari 2012



Lekuk jemarimu gambarkan lembutnya jiwamu
Yang selalu selaras dalam gesekan-gesekan merdu
Kau bernyanyi diatas kebutaab manusia
Akan cinta,keindahan dan pengabdian

Alunan biolamu . . .
Memecah kesunyian kota
Semua tercurah dalam satu pandangan
Yang kosong tanpa nama namun banyak makna

Satu demi satu senar kau tekan lembut
Satu demi satu nada mengalun syahdu
Memecah kesibukan , menarik kesunyian
Dan menggantinya dengan kesyahduan

Pemain biola itu . . .
Duduk terpekur diatas aspal jalanan
Meringis menahan pilu dan sesak
Berjuang untuk hidup dan kehidupan

Kamis, 16 Februari 2012


Judul buku : Manajemen Waktu
Penerbit : Erlangga
Penerjemah : Sigit Purwanto
Jumlah halaman: 97
Tahun terbit : 2007

                                                   
Buku manajemen waktu ini adalah buku yang mengulas tentang bagaimana membagi waktu kita pada kegiatan yang padat.Pada buku ini ,pembaca diajak mengatur waktu dengan kecepatan,kecerdasan dan efektivitas yang lebih baik.Pada bab pertama,kita diajari bagaimana membagi waktu kita . Bab-bab selanjutnya,kita diajari bagaimana mengaudit waktu kita dan mengelola waktu yang kita miliki.Melalui buku ini kita diajak bertanya,apa perbedaan antara membagi waktu dan mengelolanya ? Membagi waktu adalah strategi menggunkan waktu dengan cara yang cerdas untuk mencapai tujuan terpenting kita sedangkan mengelola waktu adalah proses harian yang kita gunakan untuk membagi waktu.Sistem seperti itu dapat membantu kita menggunakan waktu secara efektif.
Buku setebal 97 halaman ini dapat membantu meningkatkan kesempatan kita untuk mencapai tujuan dan merasa lebih memegang kendali.Buku ini dapat digolongkan sebagai bacaan yang menrik.Dikatakan menarik karena materi-materi yang disampaikan dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi gambar.Hal lain yang menarik adalah penyajiannya yang cukup komunikatif.Penulis buku ini sering mengajak para pembaca untuk berfikir dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh si penulis.Dalam segi bahasa hampir tidak  ditemukan kesalahan.
Desain cover buku ini disajikan dengan menampilkan potongan gambar dari salah satu permasalahan-permasalahan didalamnya.Diakhir buku ini,disajikan pilihan buku-buku yang lain yang memang anjuran dari si penulis untuk membacanya.Namun,karena buku-buku yang dianjurkan itu kebanyakan berbahasa asing,anjuran itu kurang menuntungkan bagi pembaca di Indonesia.Pembaca Indonesia pati juga akan kesulitan untuk mencari buku-buku itu.Terlepas dari kekurangannya,buku ini patut dibaca oleh berbagai kalangan.Karena dapat membantu kesulitan si pembaca mengenai membagi waktu secara efektif.





Senin, 23 Januari 2012

Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda lakukan, walaupun sebenarnya anda membencinya.