Sahabatku
dan Bayangannya
Ku
tarik jam weker bentuk doraemon di meja sebelah tempat tidurku ,jam 04.30
WIB.Bergegas aku menjalankan kebiasaan sehari hariku ,menuju kamar
mandi,berwudhlu dan melaksanakan shalat subuh .45 menit setelah shalat subuh ,
aku sudah siap untuk pergi ke sekolah.Ku raih tas warna biruku dan aku mulai
menuruni tangga menuju meja makan.Terlihat sepi disana,hanya ada bik Tuti
dengan sepiring roti bakar dan segelas susu.Dia menoleh kedapaku dan melempar
seulas senyum.
“Mama
sama papa udah berangkat bik ?”tanyaku sambil membalas senyuman bik Tuti.
“Udah
mbak,ini dimakan roti bakar kesukaan mbak puri.”kata bik Tuti.
“Iya
bik , makasih.Aku makan rotinya dimobil aja.Tolong nanti kalau mama sama papa
pulang bilangin kalau aku pulangnya agak telat . Sepulang sekolah nanti aku
langsung kerumah Icha bareng sama Ivo, mau maen sambil ngerjain tugas.”ujarku
sambil berjalan ke mobil.
“Iya
mbak,nanti disampein ke bapak sama ibuk.Hati-hati dijalan mbak.”Jawab bik Tuti
sambil melambaikan tangan padaku saat mobil yang kutumpangi mulai melewati
pagar depan rumahku.
Seperti yang
aku bilang ke bik Tuti tadi pagi,sepulang sekolah aku,Icha dan Ivo langsung
menuju rumah icha.Sesampainya dirumah Icha , aku dan Ivo langsung mencari bahan
untuk mengerjakan tugas kelompok kami . 2 jam kemudian tugas kami pun selesai,tentu
saja dengan kekompakan kami bertiga yang membuat tugas ini cepat selesai.Kami
bertiga memang kompak sekali sejak kecil,seperti trio macan saja .Ku lihat jam
ditangan kiriku, menunjukkan jam 18.30 WIB. Aku dan Ivo pun berpamitan pulang ,
karna tak ada lagi yang bisa kami kerjakan di rumah Icha.20 menit kemudian
kupencet tombol dengan gambar bell dipintu rumahku.Bik Tuti membukakan pintu
untukku.
“Mama
sama papa mana bik ?”tanyaku sambil menaiki tangga menuju kamarku.
“ibu
sama bapak ada diruang tv mbak.”jawab bik Tuti sambil berjalan menuju dapur.
“ooh.”jawabku
singkat sambil langsung ngeloyor menuju kamarku.
Tanpa
bersih-bersih badan dulu, kubanting tubuhku di kasur empuk tersampul bedcover
warna biru muda dengan motif bunga-bunga.Capek sekali rasanya.Emang ini nih
resiko jadi murid SMP kelas 3 yang bersiap menghadapi UAN.Harus bangun pagi
untuk bersiap mengikuti bimbel,sorenya masih harus ikut les sana sini,belum
juga banyak tugas yang seabrek.Harus ku
nikmati waktu – waktu istirahatku yang sedikit ini.Aku mulai terbuai
dengan kenikmatan kasurku yang empuk dan tiba – tiba , dreett..dreett..ada yang
bergetar di saku bajuku, kurogoh handphone di sakuku dan ku buka messagenya. “Ini
puri ?” begitulah isi messagenya . Ini message dari nomor yang tak
dikenal.Kutanggapi orang yang mengirim message itu.Ternyata namanya Anggara
Prasetya,duduk dibangku kelas 3 dan bersekolah di SMA TRIAGUNG,Palembang.Dia
mengaku mendapat nomor handphone ku dari Ayu,teman sekelasku.
Ara,itulah
panggilan akrab yang aku tujukan kepada Anggara Prasetya.Sejak dia mengirim
message malam itu,aku menjadi sangat akrab dengannya.Berminggu-minggu aku tetap
berhubungan dengan Ara.Aku mulai merasa nyaman dengannya . Akhirnya kuputuskan
menjalani LDR (Long Distance Relationship) atau hubungan jarak jauh dengan Ara
.Dari sudut pandanganku,Ara adalah lelaki yang baik.Dia mampu menjadi sahabat
bagiku .Keesokan harinya, saat disekolah aku menceritakan tentang Ara kepada
Ivo dan Icha.Ivo mengucapkan selamat ,tetapi Icha memberikan tanggapan yang
kurang enak.
“Puri
, kamu kan belum pernah bertemu dengan Ara.Terlalu cepat kamu mengambil
keputusan untuk pacaran sama dia walaupun cuma hubungan jarak jauh! Seharusnya
kamu cerita dulu kepada aku dan Ivo,aku dan Ivo ini sahabatmu.Sudah sewajarnya
kamu bercerita kepada kami dan tidak mengambil keputusan sendiri!”bentak Icha
kepadaku lalu ngeloyor pergi meninggalkanku.
Kenapa Icha
begitu marah padaku,ini hidupku dan ini keputusanku.Aku sudah dewasa,aku bisa
menentukan mana yang baik dan yang buruk.Tanda tanya besar diotakku. Tapi
menurut Ivo, Icha bersikap seperti ini karena Icha syirik kepadaku.Sekaligus
karena Icha memang orangnya egois.Memang sampai kelas 3 SMP ini Icha belum
pernah satu kali pun berpacaran.Setelah aku cerna omongan Ivo,mungkin ini
benar.Icha syirik padaku dan terlalu egois.Aku menceritakan ekspresi Icha tadi
kepada Ara.Tanggapan Ara sama seperti Ivo.Mungkin Icha perlu waktu untuk
memikirkan keputusanku ini.Aku tidak mau ambil pusing dengan masalah ini,aku
harus fokus untuk mengikuti tes masuk di salah satu SMA favorit dikotaku.
Beberapa
hari aku mempersiapkan diri,dan hari ini aku mengikuti tes itu.Ditempat tes aku
sekelas dengan Ivo,dan Icha beda kelas dengan aku.Syukurlah,batinku. Soal tes
cukup membuatku pusing tujuh keliling.Dalam satu hari tes ini pun selesai,sekarang
aku hanya menunggu pengumuman.3 hari kemudian,tepatnya hari ini adalah
puncaknya.Hari ini pengumuman siswa-siswa yang behasil lolos.Dengan
tergesa-gesa aku menuju mading dimana pengummumannya ditempelkan.Kucari namaku
dan yes! Namaku terpampang dikertas pengumuman itu.Aku lanjutkan
pencarianku,kucari nama Icha Tania dan Ivo Amalia.Yeah,ini dia nama Icha.Icha
mendapat peringkat agak akhir.Aku melanjutkan mencari nama Ivo.Tidak ada nama
Ivo,ku ulangi lagi dan tetap tidak ada.Untuk yang ketiga kalinya,aku mencari
nama Ivo Amalia dan masih tetap tidak ada.Ini artinya Ivo tak seberuntung aku
dan Icha.Setelah melihat pengumuman itu,aku memberi kabar kepada mama.
Pagi
ini kulewati koridor-koridor kelas yang sudah ramai.Ada beberapa pasang mata
yang melihat aneh kepadaku.Ada apa ini ? aku tak tahu.Aku pun bergegas menuju
kelas.Saat aku memasuki kelas,keadaannya malah lebih parah.Mereka
berbisik-bisik. Ivo menghampiriku dan mengajakku keluar kelas,Ivo mengajakku
dibelakang sekolah yang sepi.
“Ada apa
dengan mereka ?”tanyaku pada Ivo.Ivo tak menjawab,Ivo hanya menyodorkan
handphone kepadaku dan memberi kode supaya aku membaca yang ada dilayar
handphone itu.Ternyata kini aku melihat profil akun facebook Icha,dan terdapat
salah satu status Icha yang sangat mengejutkan.Beginilah status itu :
Eh,kalian tau ga sih ? Puri itu masuk SMA favorit dengan cara
curang lagi.Maklum lah,Puri kan anak pengusaha gitu.So,ga sulit bagi Puri untuk
mengatur itu semua.Aku sahabatnya dan aku tau betul tentang ini semua.Untuk yg
baca status ini, percaya deh J
Aku sangat terkejut
membaca apa yang dituliskan Icha di aku facebooknya.Tega-teganya Icha menfitnah
aku seperti itu.Apalagi tulisan itu bisa dibaca oleh semua orang.Kini aku tau
mengapa anak-anak yang lain melihatku sampai segitunya tadi.Karena aku tau
kalau Icha belum datang,aku berniat untuk mencegatnya di gerbang sekolah.Segeralah
aku menuju gerbang.Tak lama aku menunggu,Icha turun dari angkutan umum.Langsung
aku tarik tangannya dan kubawa dia ke belakang sekolah.
“Ada apa ri ?”Tanya Icha
dengan wajah bingung.
“Lihat ini!”bentakku
sambil menyodorkan handphone pada Icha.
“Ya ampun ri,siapa yang
menulis ini ? sumpah demi Allah bukan
aku yang menulis ini semua.Udah 3 hari ini aku tidak membuka akun
facebookku.”tukas Icha dengan wajah memelas.
Aku tak percaya dengan
omongan Icha,aku tinggal dia dan langsung menuju kelas. Sesampainya dikelas aku
langsung mengklarifikasi tentang diterimanya aku di SMA favorit itu.Ada
sebagian anak yang percaya tapi ada juga yang masih berbisik – bisik dan
melirik aku dengan pandangan menyelidik.Aku tak peduli mereka percaya atau
tidak.Aku jujur dan aku sudah mengatakan hal yang memang benar.Aku jalani hari
itu dengan perasaan yang tak karuan,inginku segera pulang dan melepaskan semua
penat ini.Tak lama kemudian , teettt..teett...Mendengar bunyi surga itu,aku
langsung bergegas menuju mobil.Sesampainya dimobil,ku ambil handphoneku yang
memang tertinggal dimobil.Ada 9 message dan 6 miscall,itu semua dari
Icha.Secara garis besar,isi message Icha adalah meminta maaf dan ngotot kalau
dia tak tau apa-apa.ahh..bullshit dengan apa yang dibilang Icha,aku sudah tidak
percaya lagi padanya. Sesampainya dirumah,aku mencari nama Ara di kontak
handphoneku dan aku pencet tombol call.Aku berniat ingin curhat kepada
Ara,tetapi terdengar suara cewek diseberang sana .
“Halo,maaf ini siapa ya
?”sapaku.
“Aku Merry,kakaknya
Ivo.Pasti ini temennya Ivo ya ? Ivo lagi mandi tuh.Kalau ada perlu sama Ivo
tolong nanti telfon lagi ya.”jawab cewek yang mengaku namanya Merry itu.
“Aku Puri .Ini kak Merry ?
bukannya ini nomornya Ara ya kak ?”tanyaku dengan nada bingung.
“Ooh ini Puri,siapa Ara
itu ri ? ini nomornya Ivo kok.Masak sama nomornya sahabatnya sendiri salah
sambung gitu.”tukas kak Merry sambal terkekeh.
Tanpa aku jawab,langsung
kumatikan telfon itu.Aku masih tidak mengerti dengan semua ini.Akhirnya aku
langsung meluncur kerumah Ivo untuk menanyakan kejelasannya.15 menit
kemudian,sampailah aku didepan rumah Ivo.Ku lihat Ivo sedang duduk-duduk
didepan rumahnya,tanpa basa-basi aku menarik Ivo masuk kedalam mobilku.Langsung
aku minta penjelasan kepada Ivo.Dengan wajah memelas,Ivo meminta maaf
padaku.Ivo mengaku kalau selama ini Ara adalah Ivo.Ivo sahabatku adalah
bayangan dari Ara.Dia menjelaskan bahwa awalnya dia cuma ingin main-main,tetapi
main-main Ivo berlanjut pada menfitnah aku dengan memanfaatkan akun facebook
Icha.Ivo ingin mengadu domba aku dengan Icha.Ivo melakukan perbuatan sejahat
itu karena dia iri kepada kau dan Icha,dia sakit hati tidak lolos tes di SMA
favorit yang sudah menjadi cita-citanya sejak dulu.Aku memahami perbuatan Ivo
itu.Aku meyakinkan Ivo kalau Tuhan pasti mempunyai rencana lain dibalik tidak
lolosnya Ivo dan kini Ivo percaya akan semua itu.Aku sangat merasa bersalah
sekali kepada Icha karna sudah menuduhnya dan tidak percaya padanya.Aku dan Ivo
pun langsung menuju kerumah Icha untuk meminta maaf. Sesampainya dirumah Icha,
Icha menyambutku dan Ivo dengan senyuman.Langsung kupeluk erat tubuh Icha.Ivo
yang ada disampingku segera menjelaskan semuanya kepada Icha.Sama
sepertiku,Icha juga memahami semua perbuatan Ivo.
Aku,Icha dan Ivo akhirnya
bersahabat lagi seperti dulu.Tak ada iri dan dengki lagi diantara kami
bertiga.Semua kejadian ini akan aku jadikan sebagai pembelajaran.Kini aku mengambil
hikmahnya,aku tidak boleh mudah percaya kepada orang yang benar-benar belum aku
kenal.Karena itu dapat menjerumuskan diriku sendiri dalam suatu maslah.





